HOT NEWS

Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

Jet Tempur China Dibidik Jet Tempur Jepang

China dibuat murka oleh tindakan yang dilakukan oleh jet tempur milik Jepang di dekat Laut China Timur. Jet temput Jepang dilaporkan menargetkan sebuah jet China, dan melakukan manuver yang membahayakan jet China.


Juru bicara Kemhan China, Wu Qian menyatakan, jet Jepang bukan hanya mengunci posisi jet China, tapi juga melepaskan proyektil pengecoh. Hal itu dinilai sangat membahayakan pilot jet tempur China.

"Apa yang lebih mengkhawatirkan, ketika pesawat dari Pasukan Bela Diri Jepang menghadapi pesawat Cina, radar mereka menyala. Mereka melepaskan proyektil pengecoh dan menunjukkan aksi tidak profesional dan perilaku provokatif lainnya yang berbahaya," kata Wu.


"Tindakan ini membahayakan pesawat dan personel militer Cina dan adalah akar dari masalah maritim dan udara China dan Jepang," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (27/10).

China mendesak Jepang untuk mengadopsi sikap bertanggung jawab dan mencegah insiden seperti itu terjadi kembali. Sejauh ini pemerintah Jepang belum memberikan komentar mengenai tudingan yang disampaikan oleh China tersebut.  (SindoNews)

Minggu, 18 September 2016

China Tuding Jepang dan Amerika Serikat Perkeruh Konflik LCS

Kantor berita China, Xinhua, dalam editorialnya menyatakan pemerintah Xi Jinping telah melemparkan ancaman langsung kepada Jepang. China menganggap Jepang telah melewati batas dengan ikut berpartisipasi dalam latihan angkatan laut di Laut China Selatan (LCS) atas dasar Kebebasan Navigasi yang digagas Amerika Serikat (AS).

China Tuding Jepang dan Amerika Serikat Perkeruh Konflik LCS

Xinhua menilai, Jepang memiliki "motif tersembunyi" untuk ikut intervensi di LCS termasuk dengan mencoba bergabung dengan AS. Jepang juga berusaha mengumpulkan pengaruh terhadap sengketa teritorial yang dihadapinya dengan China atas Kepulauan Senkaku (Diaoyu).

"Sebagai penjaga ketertiban maritim di LCS adalah tugas bersama dari negara-negara pesisir di kawasan itu, kepentingan besar orang luar seperti Jepang dalam mengikuti jejak AS hampir tidak dapat dibenarkan. Apakah Jepang benar-benar mencari perdamaian dan keamanan regional atau hanya memancing di perairan sengketa dengan meningkatkan kehadiran militer di LCS adalah bukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab," begitu tulisan editorial tersebut seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (19/9/2016).


Xinhua menyatakan bahwa ketertarikan Jepang untuk ikut intervensi di LCS adalah untuk menggunakannya sebagai tawar menawar dengan China dalam sengketa Kepulauan Senkaku (Diaoyu) di Laut Cina Timur.

"Dalam masalah ini, Jepang telah meninggalkan batu yang tidak bisa berputar untuk mengaduk air dengan menyebabkan ketegangan, misalnya, rencana Jepang baru-baru ini dengan menjual murah senjata ke India dengan imbalan suara untuk melawan China," tulis Xinhua.

Editorial ini muncul untuk menanggapi pengumuman Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada bahwa Jepang akan memperluas kehadirannya di LCS. Ia juga mengatakan Jepang akan terlibat dalam latihan kapal perang bersama dengan Angkatan Laut AS dan latihan bilateral dan multilateral dengan angkatan laut regional. (SindoNews)

Selasa, 23 Agustus 2016

Hadapi China, Jepang Perkuat 200 Jet Tempur F-15 Dengan Tambahan Rudal 2 Kali Lipat

Kementerian Pertahanan Jepang menginginkan 200 pesawat jet tempur F-15 di-upgrade untuk bisa memuat rudal udara dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Keinginan militer Jepang itu untuk mengantisipasi kemungkinan konfrontasi dengan China setelah bersitegang terkait sengketa kawasan Laut China Timur.


Hadapi China, Jepang Perkuat 200 Jet Tempur F-15 Dengan Tambahan Rudal 2 Kali Lipat

Untuk meng-upgrade ratusan jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang akan dioperasikan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) itu, Departemen Pertahanan Jepang akan meminta alokasi dana lebih besar. Demikian laporan Nikkei Asian Review.

Saat ini, setiap unit pesawat jet tempur F-15 bisa memuat delapan rudal udara. Dengan di-upgrade, militer Jepang menghendaki setiap jet tempur F-15 bisa memuat 16 rudal.

Selain itu, sayap rusak dan bagian lain akan diperbaiki untuk memperpanjang umur jet-jet tempur tersebut.
 


Jepang saat mampu mengoperasikan 200 jet tempuyr F-15 jika pertempuran pecah. Jepang juga memiliki sekitar 90 pesawat tempur F-2 multirole Mitsubishi yang merupakan pengembangan dari F-16.

Anggaran militer Jepang pada 2017 dilaporkan mencapai USD51 miliar, yang mencakup pembelian terpisah pesawar jet tempur siluman generasi kelima AS F-35 yang kontroversial. Pesawat jet tempur tercanggih AS itu rencananya akan dikerahkan di Pangkalan Udara Misawa di ujung utara Honshu.

Jepang dan China terlibat sengketa kepulauan di Laut China Timur yang beberapa pekan ini terus memanas. Kepulauan itu diklaim Tokyo  dengan nama Senkaku dan juga diklaim Beijing dengan nama Diaoyu.

“Daya jelajah pesawat militer China telah bertambah lagi, mereka datang semakin dekat menuju  wilayah kami,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang seperti dikutip Nikkei Asian Review, kemarin (22/8/2016).

Kementerian Pertahanan Jepang menambahkan, bahwa ASDF telah mencegat jet tempur China 199 kali dari bulan April sampai Juni 2016 di kawasan Laut China Timur. Jumlah itu meningkat 75 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Sebelumnya, Jepang mengungkap langkah China yang sudah membangun infrastruktur yang disebut media Tokyo sebagai “dermaga kapal perang” di Pulau Nanji, wilayah China di kawasan Laut China Timur. (SindoNews)

Selasa, 28 Juni 2016

Jika Berminat Jepang Bisa Buat Senjata Nuklir dalam Semalam

Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa Jepang memiliki kapasitas untuk memiliki senjata nuklir dalam waktu “hampir semalam.”

Berbicara pada program Public Broadcasting Service ditayangkan Senin, 27/6/2016 Biden mengatakan ia telah mendesak Presiden China Xi Jinping, untuk mempengaruhi Korea Utara sehingga meninggalkan perkembangan rudal dan senjata nuklirnya.


Jika Berminat Jepang Bisa Buat Senjata Nuklir dalam Semalam

Mengacu pada perilaku Pyongyang yang baru-baru ini menguji dan dan meluncurkan rudal nuklir yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, Biden mengatakan jika China dan Amerika Serikat gagal mengambil tindakan efektif terhadap Korea Utara, “Apa yang terjadi jika Jepang, memutuskan besok membuat nuklir? Mereka memiliki kapasitas untuk melakukannya untuk waktu hampir semalam.”

Biden tidak mengatakan kapan percakapannya dengan Xi berlangsung.


Wapres mengatakan Cina “memiliki kemampuan terbesar tunggal untuk mempengaruhi Korea Utara dengan memotong A, B, C, D, berbagai macam hal, tetapi juga bisa menyebabkan munculnya ledakan dari Korea Utara.”

Biden mengatakan Korea Utara sedang membangun senjata nuklir yang bisa menyerang sejauh jauhnya daratan AS. “Dan saya katakan, jadi kita akan bergerak meningkatkan sistem pertahanan kita,” katanya, menunjukkan Washington bermaksud menyebarkan sistem pencegatan rudal canggih AS yang disebut Terminal High Altitude Area Defense, atau THAAD, di Korea Selatan.




Wakil presiden Biden mengutip ucapan Xi Jinping mengatakan, “Tunggu sebentar, militer saya berpikir Anda akan mencoba untuk mengepung kami,” menggarisbawahi ketidaksukaan China atas penyebaran THAAD di Korea Selatan.

Biden menyanggah pandangan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump bahwa dia terbuka untuk ide bahwa Jepang dan Korea Selatan dibiarkan mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri dan akan menarik pasukan AS dari Jepang dan Korea Selatan.

“Tidak apa-apa dengan Donald Trump. Tapi itu tidak apa-apa bagi kita untuk terus melihat proliferasi senjata nuklir di seluruh dunia, “katanya.

Ditanya tentang pernyataan Biden, Wakil Sekretaris Kabinet Jepang Hiroshige Seko mengatakan pada konferensi pers Jumat di Tokyo bahwa Jepang “tidak pernah bisa memiliki senjata nuklir.”

Seko mengatakan tiga prinsip non-nuklir tidak memproduksi, memiliki, atau membiarkan senjata nuklir di wilayah Jepang merupakan kebijakan dasar penting dari pemerintah Jepang. (JKGR)

Kamis, 23 Juni 2016

Bahas Sengketa Pulau Kuril Jepang-Rusia Lakukan Pembicaraan

Jepang dan Rusia mengadakan pembicaraan yang ditujukan untuk memecahkan masalah sengketa teritorial sejak akhir Perang Dunia (PD) II. Sengketa teritorial ini telah mencegah keduanya menandatangani perjanjian damai secara resmi untuk mengakhiri permusuhan perang.

Kedua negara memiliki hubungan diplomatik, namun hubungan kedua negara menjadi tegang oleh sengketa atas empat pulau. Jepang mengenal pulau-pulau tersebut sebagau wilayah utara dan Rusia mengenalnya sebagai bagian dari Kepulauan Kuril.


Bahas Sengketa Pulau Kuril Jepang-Rusia Lakukan Pembicaraan

Utusan Khusus Jepang untuk hubungan Jepang-Rusia, Chikahito Harada, dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov bertemu di Tokyo untuk melakukan pertemuan satu hari pada Rabu kemarin.

"Kita akan mengatasi masalah ini dengan cara baru untuk memecahkan kebuntuan yang telah berlangsung sampai sekarang," kata Harada tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (23/6/2016).



 

Pembicaraan Rabu menandai negosiasi pertama antara Jepang dan Rusia sejak Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Vladimir Putin bertemu di Sochi pada bulan Mei untuk membahas sengketa.

Kepulauan Kuril adalah subyek lama sengketa teritorial antara Rusia dan Jepang. Tokyo mengklaim pulau Kunashiri, Etorofu, pulau Shikotan dan kelompok pulau Habomai dari gugusan pulau yang membagi Laut Okhotsk di Samudra Pasifik itu. Sengketa wilayah ini telah mencegah Rusia dan Jepang untuk menandatangani perjanjian damai setelah Perang Dunia II. (SindoNews)

Senin, 20 Juni 2016

Jepang Deteksi Tanda-Tanda Peluncuran Misil Korea Utara

Jepang mendeteksi tanda-tanda peluncuran misil terbaru dari Korea Utara (Korut), setelah pada awal tahun sempat mengejutkan komunitas internasional lewat uji coba bom hidrogen dan peluncuran roket ke luar angkasa.

Pyongyang gagal meluncurkan misil balistik pada akhir Mei, yang menandai serangkaian kegagalan dalam teknologi senjata balistik.  


Jepang Deteksi Tanda-Tanda Peluncuran Misil Korea Utara

Namun Korut, yang secara berkala mendapat kecaman dan sanksi dari PBB, tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah dalam mencapai tujuan akhirnya, yakni senjata nuklir yang dapat mencapai daratan Amerika Serikat (AS).

Media lokal Jepang, termasuk Kyodo News dan NHK, Selasa (21/6/2016), mengutip beberapa sumber yang mengatakan sejumlah tanda telah terdeteksi mengenai kemungkinan peluncuran misil di Korut.


Kyodo mengatakan militer Jepang telah memerintahkan untuk menghancurkan misil atau komponen apapun yang dapat mengancam wilayah Negeri Sakura.

Misil dan roket Korut telah terbang di atas wilayah Jepang di masa lalu. Pemerintah mengerahkan sistem anti-misil di Tokyo dan beberapa kota lainnya sebagai respons terhadap ancaman.

Kementerian Pertahanan di Tokyo belum bersedia berkomentar mengenai deteksi dini ini, namun juga tidak membantahnya.

Pada April, Korut tiga kali gagal meluncurkan sebuah misil yang jangkauannya diperkirakan mencapai 2.500 hingga 4.000 kilometer.  (MetroTVNews)

Minggu, 19 Juni 2016

Serpihan Rudal Korut Ditemukan di Jepang

Sebuah fragmen yang diduga berasal dari rudal milik Korea Utara (Korut) telah ditemukan di dekat pantai Jepang. Potongan rudal itu ditemukan pada hari Jumat yang lalu.

Seperti dikutip dari laman Express, Minggu (19/6/2016), potongan rudal itu ditemukan di lepas pantai barat daya Semenanjung Korea dekat dengan Tottori Prefecture.


Serpihan Rudal Korut Ditemukan di Jepang

Jepang telah memantau aktivitas balistik Korut sejak Kim Jong-un meluncurkan satelit ke luar angkasa. Jong-un telah bersumpah untuk terus meningkatkan kemampuan nuklir negaranya meski mendapat peringatan berulang kali dari PBB.


Militer Jepang kini berencana untuk meningkatkan teknologi pencegat rudal mereka dalam upaya menghentikan perilaku provokatif Korut. Jepang menggunakan pencegah rudal PAS-3 yang saat akan mendapatkan peningkatan kemampuan. Sistem baru ini diharapkan akan beroperasi dalam lima tahun ke depan.

Jepang adalah salah satu dari sejumlah negara yang telah menuntut dimulainya program denuklirisasi terhadap Korut. Namun, pemberian sanksi kepada Korut tampatkan tidak mengurangi keinginan Kim Jong-un untuk menghentikan program nuklirnya. Pada bulan Januari, para pejabat Pyongyang mengklaim mereka telah berhasil menguji bom hidrogen. (SindoNews)

Jumat, 20 Mei 2016

Putin Siap dan Bersedia Lakukan Dialog Perjanjian Damai dengan Jepang

Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia siap dan bersedia untuk mempertahankan dialog dengan Jepang, termasuk pembahasan perjanjian damai kedua negara.



"Kami siap dan bersedia untuk mempertahankan dialog dengan semua mitra, termasuk Jepang. Baik itu perjanjian damai dan masalah teritorial terkait," kata Putin dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak Rusia-ASEAN seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (20/5/2016).

Rusia dan Jepang selama ini terlibat sengketa wilayah atas Kepulauan Kuril yang membuat keduanya belum menandatangani perjanjian perdamaian pasca Perang Dunia II.


Jepang mengklaim sejumlah pulau yang membagi Laut Okhotsk di Samudera Pasifik sebagai bagian dari wilayahnya. Namun hal ini ditentang oleh Rusia yang mengklaim sebagai pemilik sah pulau-pulau tersebut.

Moskow menyatakan bahwa perjanjian damai San Francisco yang ditandatangani pada 1951 telah memberikan kontrol atas pulau-pulau itu kepada Uni Soviet. Perjanjian itu pun menjadi dasar penetapan kedaulatan Rusia atas Kuril. (SindoNews)