HOT NEWS

Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juni 2017

Amerika Serikat Tuduh Pemerintah Suriah Siapkan Serangan Kimia

Amerika Serikat meminta Damaskus membatalkan rencana serangan kimia, tudingan didasarkan atas informasi intelijen terkait persiapan di lapangan terbang Suriah, kata pejabat pada Selasa.

Rusia, pendukung utama pemerintahan Presiden Suriah Bashar al Assad, langsung menanggapi dengan mengecam tudingan itu.

Amerika Serikat Tuduh Pemerintah Suriah Siapkan Serangan Kimia

Juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi tentang kegiatan di lapangan terbang Shayrat, yang menjadi sasaran serangan peluru kendali Amerika Serikat pada 6 April.

"Persiapan itu melibatkan pesawat di hanggar khusus, yang kami tahu sering digunakan untuk persenjataan kimia," kata Davis.

Davis mengatakan aktivitas itu terjadi sejak "satu atau dua hari lalu". Dia tidak menjelaskan bagaimana Amerika Serikat mendapatkan informasi intelijennya.

Pada Senin, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah Suriah menyiapkan serangan kimia dan mengancam Bashar akan "membayar harga mahal" jika mewujudkan rencana itu.

Pada April, Amerika Serikat menyerang lapangan udara Shayrat dua hari setelah 87 orang tewas akibat sebuah serangan gas beracun di wilayah gerilyawan. Suriah membantah telah melakukan serangan itu.

Pada Selasa, Rusia membantah informasi intelejen Amerika Serikat.

"Saya tidak mengetahui adanya informasi mengenai ancaman serangan senjata kimia," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada sejumlah wartawan pada Selasa.

"Tentu saja, kami menilai tudingan itu adalah ancaman yang tidak bisa diterima bagi kepemimpinan sah Republik Arab Suriah," kata dia.

Sejumlah pejabat Rusia sendiri menyebut perang di Suriah sebagai sumber ketegangan utama antara Moskow dengan Washington. Serangan rudal pada April, yang diperintahkan secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah menaikkan resiko konfrontasi dua negara.

Sementara itu, Bashar pada Selasa mengunjungi pangkalan udara Rusia di Hmeymin, kawasan barat Suriah. Ini adalah kunjungan pertamanya di tempat yang digunakan Moskow untuk menggelar operasi militer udara di Suriah.

Baik militer maupun Kementerian Luar Negeri Suriah hingga kini tidak menanggapi tudingan Gedung Putih itu.

Senator Amerika Serikat Bob Corker, yang merupakan kepala Komite Urusan Luar Negeri, menyatakan kekhawatiran adanya persiapan serangan senjata kimia memang benar.

"Klaim itu benar," kata dia.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menambahkan peringatan Trump tidak hanya ditujukan kepada pemerintah Suriah, tapi juga kepada Rusia dan Iran yang selama ini mendukung Bashar.

"Tujuan utamanya bukan hanya kepada Bashar, tapi juga menjadi pesan bagi Rusia dan Iran bahwa jika ini terjadi lagi, kami sudah memperingatkan kalian," kata dia.

Haley menekankan tujuan utama Amerika Serikat di Suriah adalah untuk memerangi kelompok bersenjata ISIS, bukan menggulingkan Bashar.

"Saya tidak melihat Suriah berjaya di bawah Bashar. Namun prioritas Amerika Serikat saat ini tetap memerangi IS," kata dia.

Pejabat intelijen sejumlah negara sejak lama menduga terdapat tempat baru untuk menyembunyikan senjata kimia mereka dari pemeriksaan internasional, kata sumber dari Amerika Serikat, demikian Reuters. (Antara)

Minggu, 18 September 2016

ISIS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah

Sebuah jet militer Suriah ditembak jatuh selama misi tempur melawan Negara Islam (ISIS) dekat kota Suriah timur Deir al-Zor. Kabar itu dilaporkan kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sumber militer. Menurut sumber tersebut, kemungkinan pilot pesawat tewas dalam insiden tersebut.

ISIS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah

Angkatan Udara Suriah tengah melakukan "serangan udara terkonsentrasi" pada posisi ISIS di lingkungan Deir al-Zor yaitu Gunung al-Tharda, al-Orfi dan al-Kanamat.

Dikutip dari Russia Today, Minggu (18/9/2016), ISIS dilaporkan mengaku bertanggung jawab telah menembak pesawat tersebut. Pernyataan itu dimuat dalam akun media sosial yang berafiliasi dengan kelompok teroris itu.

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah 62 tentara Suriah tewas dan 100 lainnya cedera di luar Deir al-Zor dalam serangan udara koalisi pimpinan AS. Kantor berita Suriah SANA melaporkan ISIS lantas melancarkan serangan tak lama setelah posisi tentara Suriah diserang dari udara.

AS mengatakan bahwa serangan itu "tidak disengaja", sementara Rusia mengatakan bahwa tindakan pasukan AS berada diantara antara kelalaian dan bantuan langsung kepada ISIS. (SindoNews)

Sabtu, 02 Juli 2016

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Rusia dan Turki dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai krisis yang terjadi di Suriah. Kedua negara juga disebut telah sepakat mengenai pentingnya memberangus al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki,  Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.

Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah.


Dimana, papar Lavrov Turki telah setuju dengan pendapat jika pasukan yang disebut dengan oposisi moderat tidak meninggalkan kawasan yang dikendalikan oleh teroris, mereka akan dianggap sebagai kaki tangan teroris. Dengan kata lain, mereka akan menjadi target serangan.

"Mereka yang tidak ingin terkena serangan perlu meninggalkan posisi yang dikuasi oleh oleh Jabhat al-Nusra dan ISIS. Jika oposisi patriotik, oposisi konstruktif tetap di wilayah yang dikuasai oleh teroris, akan dianggap kaki tangan terois," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (2/7). (SindoNews)

Kamis, 16 Juni 2016

Aktivis, Tuding Rusia Telah Gunakan Senjata Terlarang di Suriah

Aktivis Suriah, Hadi al-Abdallah menyebut, Rusia telah menggunakan sejumlah senjata terlarang saat melakukan serangan di Suriah. Rusia disebut menggunakan bom cluster dan juga bom fosfor saat melakukan serangan di Allepo.


Abdallah, yang juga merupakan jurnalis di Suriah menuturkan, fakta mengenai penggunaan senjata terlarang yang digunakan oleh Rusia ditemukan saat jet Rusia menyerang sebuah rumah sakit yang berada di Allepo.

"Jet tempur menyerang sebuah rumah sakit di Anadann, di pinggiran Aleppo dengan bom fosfor. Rumah sakit itu terbakar setelah dihantam bom yang mengandung fosfor," kata Adbdallah, seperti dilansir Middleeasteye pada Kamis (16/6).


Pemerintah Rusia belum memberikan pernyataan apapun mengenai tudingan tersebut. Namun, bila menilik ke beberapa kasus sebelumnya, Negeri Beruang Merah itu selalu membantah bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap fasilitas sipil, terlebih dengan menggunakan senjata terlarang.

Rusia sendiri, melalui Kementerian Pertahanan mereka baru saja mengumumkan berlakunya gencatan senjata selama dua hari di Aleppo. Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan bahwa gencatan senjata juga masih berlaku di Daraya, wilayah pinggiran Damaskus, dan sebagian besar lainnya sedang diamati. (SindoNews)

Minggu, 12 Juni 2016

Milisi Syria Rebut Tank T-90S Tercanggih Rusia

Sebuah grup milisi, bernama “Harakat Nour al-Din al-Zenki” atau “Nour al-Din al-Zenki Movement” dilaporkan telah menangkap sebuah Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT) tercanggih buatan Russia tipe T-90S.

Grup tersebut telah mengunggah sebuah foto dari MBT T-90 dan mengklaim Tank tersebut telah mereka rebut pada sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah pertanian Mallah di sebelah utara Aleppo pada 9 Juni kemarin.


Milisi Syria Rebut Tank T-90S Tercanggih Rusia

Laporan tersebut mengungkap bahwa tank tersebut digunakan oleh pasukan Tiger Tentara Arab Syria sebelum akhirnya direbut oleh grup milisi al-Zenki Movement units.

Pada 9 Juni lalu, Pasukan pemerintah Assad melancarkan sebuah serangan di daerah Mallah, tepatnya sebelah utara dari jalan Castello yang strategis, jalan tersebut merupakan jalur suplai terakhir para milisi.


Sebuah laporan menjelaskan bahwa serangan tersebut merupakan langkah awal yang merupakan bagian dari persiapan sebelum akhirnya pasukan pemerintah melakukan serangan penuh terhadap kota Aleppo. Penggunaan T-90 dalam penyerangan itu telah memperkuat argumen dari laporan itu.

Russia mengirimkan sejumlah MBT T-90s kepada angkatan bersenjata Syria pada akhir 2015 lalu sebagai bagian dari program dukungan Rusia terhadap pemerintah berdaulat syria.

Sejumlah MBT tersebut diterima oleh Pasukan Tiger yang merupakan Unit pasukan paling efektif dari tentara Arab Syria.

Sebuah laporan juga menyebut bahwa sebagian dari MBT T-90S yang diterima oleh pemerintah Syria selanjutnya diberikan kepada milisi syiah Iran yang mendukung tentara Arab Syria.

T-90 adalah sebuah Tank tempur utama rancangan Russia yang dikembangkan dari T-72, dan sampai saat ini menjadi tank paling modern di angkatan darat dan marinir Rusia. Saat ini tank ini juga dioperasikan beberapa negara lain, India misalnya.

MBT T-90S memiliki spesifikasi Berat 46.5 ton, Panjang 9.53 m (31.27 ft), Lebar 3.78 m (9.12 ft), Tinggi 2.22 m (7.28 ft) serta dikendalikan oleh 3 orang awak. (Kabarin)

Jumat, 03 Juni 2016

Koalisi AS Beri Bantuan Amunisi Untuk Pemberontak Suriah

Sejumlah pesawat pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan amunisi untuk pemberontak Suriah guna memerangi ISIS di Aleppo utara. Pasukan pemberontak berusaha untuk mencegah kelompok ekstrimis itu memasuki kota Marea.

Koalisi AS Beri Bantuan Amunisi Untuk Pemberontak Suriah

"Dalam waktu 24 jam, pesawat koalisi menerjunkan amunisi, senjata ringan, dan senjata anti tank ke pemberontak di Marea," kata pemimpin Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdel Rahman.

Menurut Rahman, itu adalah pertama kalinya koalisi mengirimkan bantuan untuk kelompok pemberontak, selain Kurdi, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (3/6/2016).


Namun kabar itu dibantah oleh seorang pejabat pertahanan AS. Ia membenarkan jika pasukan koalisi memberikan bantuan amunisi, namun tidak termasuk senjata ringan dan senjata anti tank.

Anggota kelompok ekstrimis ISIS menyapu wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak dalam serangkaian serangan mengejutkan di Provinsi Aleppo akhir bulan lalu. Mereka juga memotong jalan utama antara Marea dan Azaz, dua benteng utama kelompok pemberontak di provinsi tersebut. (SindoNews)

Jumat, 20 Mei 2016

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal kepada Amerika Serikat (AS) selaku pemimpin koalisi melawan ISIS, untuk melakukan operasi bersama di Suriah. Menurut Shoigu, operasi bersama ini akan lebih memaksimalkan upaya untuk melawan ISIS dan al-Nusra.

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Dirinya menuturkan, operasi bersama ini tidak hanya melibatkan Rusia dan koalisi AS, melainkan juga pemerintah Suriah. Menurut Shoigu, pemerintah Suriah telah setuju untuk melakukannya.

"Mengambil langkah tersebut akan membantu kemajuan penyelesaian perdamaian di Suriah. Tentu saja langkah-langkah tersebut telah disepakati dengan Republik Arab Suriah. Kemarin kami mulai membahas langkah-langkah ini dengan rekan-rekan kami di Oman dan Jenewa," ucap Shoigu, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (20/5).


"Kami sarankan ke AS, mulai tanggal 25 Mei, melakukan aksi bersama dengan Angkatan Udara Rusia dan pasukan koalisi pimpinan mereka untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap Al-Nusra, yang tidak mendukung gencatan senjata, serta terhadap konvoi senjata dan pejuang melintasi perbatasan Suriah-Turki," sambungnya.

AS sendiri sejauh ini belum memberikan respon apapun mengenai proposal yang diajukan Rusia itu. Jika AS setuju maka ini akan menjadi kali pertama bagi AS untuk melakukan operasi bersama dengan pemerintah Suriah pimpinan Bashar al-Assad. (Sindo)