HOT NEWS

Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

Israel Bombardir Empat Lokasi Jalur Gaza

Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, setelah pejuang Palestina menembakkan roket yang menghantam sebuah bangunan di Israel selatan. Serangan udara Israel sendiri menghantam empat lokasi di Jalur Gaza, menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban luka.



"Empat lokasi, termasuk lokasi lokakarya, dua lokasi sayap bersenjata Hamas dan situs pelatihan militer bagi kelompok Jihad Islam Palestina," kata pejabat keamanan dalam kondisi anonimitas seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (2/7/2016).

Menurut pejabat tersebut, dua dari situs itu berada di Kota Gaza, sementera dua lainnya berada di Beit Laha, sebelah utara wilayah kantung itu, yang dijalankan oleh kelompok Hamas. Semua situs tersebut sebelumnya telah ditargetkan oleh Israel.


Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, serangan itu menargetkan empat lokasi yang menjadi komponen infrastruktur operasional Hamas di utara dan pusat Jalur Gaza.

Sebelumnya, sebuah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza menghantam bangunan di kota Israel selatan, Sderot. Serangan tersebut merusak bangunan, namun tidak menyebabkan cedera. Media Israel mengatakan, roket itu menghantam taman kanak-kanak, tetapi militer Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut. (SindoNews)

Senin, 27 Juni 2016

Sepakati Rekonsiliasi dengan Turki, Israel Tetap Blokade Laut Gaza

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan, pencabutan blokade maritim di Gaza tidak termasuk dalam kesepakatan rekonsiliasi dengan Turki. Dengan demikian, blokade di seluruh wilayah perairan Gaza masih akan tetap berlaku.

Sepakati Rekonsiliasi dengan Turki, Israel Tetap Blokade Laut Gaza

Berbicara saat melakukan kunjungan ke Roma, Italia, Netanyahu menuturkan masalah keamanan di perairan adalah sesuatu hal yang tidak bisa dikompromikan. Oleh karena itu, pihaknya tidak setuju untuk mencabut blokade tersebut, yang akhirnya turut disetujui oleh Turki.

"Hal kedua perjanjian tersebut adalah kelanjutan dari blokade keamanan maritim lepas pantai Jalur Gaza. Ini adalah kepentingan keamanan tertinggi bagi kami. Saya tidak siap untuk berkompromi soal hal itu," ucap Netanyahu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (27/6).




Kesepakatan rekonsiliasi antara Turki dan Israel sendiri diketahui telah dicapai kemarin. Kesepakatan ini dicapai setelah terjadi negosiasi yang sangat panjang antara kedua belah pihak.

Terkait Gaza, berdasarkan kesepakatan itu, Turki diberikan kebebasan memberikan bantuan kemanusiaan dan produk non-militer lainnya ke Gaza dan melaksanakan proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan tempat tinggal dan rumah sakit. Langkah-langkah untuk mengatasi krisis air dan listrik juga akan dilakukan. (SindoNews)