HOT NEWS

Tampilkan postingan dengan label kapal Induk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal Induk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2016

Kapal Induk Tercanggih Amerika Serikat Tak Siap Perang

Sebuah memo dari Pentagon mengungkap bahwa kapal induk tercanggih dan termahal Amerika Serikat (AS), USS Gerald Ford tidak siap untuk terlibat perang. Kapal induk yang sempat menuai pujian itu mengalami kendala dalam operasi penyebaran.

Kapal Induk Tercanggih AS Tak Siap Perang

Kapal induk USS Gerald Ford dibangun dengan dana sekitar USD13 miliar. Menurut memo internal Pentagon yang dilihat oleh Bloomberg, kapal induk tercanggih AS ini harus menjalani desain ulang.

”Keempat sistem mempengaruhi area utama dari operasi penerbangan,” bunyi memo Direktur Uji Operasional dan Evaluasi Departemen Pertahanan AS, Michael Gilmore, yang ditujukan kepada kepada Pentagon dan pembeli senjata Angkatan Laut Frank Kendall dan Sean Stackley, yang dikutip Jumat (22/7/2016).


USS Gerald Ford akan memiliki inovasi terbaru di bidang pembuatan kapal militer, termasuk sebuah dek penerbangan yang ditingkatkan. Reaktor nuklir kapal ini juga diklaim lebih kuat dan mutakhir.




Memo itu menyebut ada kegagalan yang paling serius. ”Tidak mungkin untuk mendukung operasi penerbangan intensitas tinggi,” bunyi memo Gilmore. ”Keandalan jauh di bawah ekspektasi dan jauh di bawah apa yang dibutuhkan untuk berhasil dalam pertempuran.”

USS Gerald Ford dirancang untuk memiliki 11 lift senjata. Kendala ini kemungkinan akan membuat jadwal sejumlah operator kapal perang AS ikut mundur.

Kapal USS Gerald Ford (CVN-78) diharapkan memiliki daya tampung hingga 75 pesawat dan memiliki lima acre dek penerbangan. Kapal mampu membawa 4.660 personel dan meluncurkan sebanyak 220 serangan udara per hari dari dua landasan pacu.

”Dia benar-benar sebuah keajaiban teknologi,” kata Kepala Operasi Angkatan Laut, Laksamana Jonathan Greenert, dalam upacara “pembaptisan” kapal induk itu pada 2013 di galangan kapal Virginia. ”Dia akan membawa pesawat tak berawak, pesawat tempur gabungan dan dia akan menyebarkan laser.” (SindoNews)

Minggu, 19 Juni 2016

Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal induknya dan sejumlah kapal pendamping untuk mengikuti latihan militer di Samudera Pasifik barat.

UUS John C. Stennis dan USS Ronald Reagen berlayar bersama-sama di Laut Filipina sebagai bagian dari operasi latihan pertahanan udara dan pengawasan laut. Operasi ini melibatkan 12.000 pelaut, 140 pesawat dan enam kapal perang kecil, begitu pernyataan Armada Pasifik AS yang berpusat di Hawaii.


Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

"Kami harus mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk berlatih teknik perang yang diperlukan dalam operasi Angkatan Laut modern," kata Laksamana John D. Alexander seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (19/6/2016).


Operasi latihan ini akan mengambil sisi timur Filipina, yang tidak terlalu dekat dengan Laut China Selatan, kata juru bicara Armada Pasifik. China berusaha untuk mendominasi Samudera Pasifik barat sebagai bagian dari strategi jangka panjang, kata ahli strategi AS.

Pengiriman dua kapal induk untuk mengikuti latihan perang di Filipina ini dilakukan jelang keputusan Pengadilan Arbitrase di Den Haag, Belanda, terkait kisruh teritorial di Laut China Selatan.

Filipina telah membawa kasus Laut China Selatan ke pengadilan internasional di Den Haag, Belanda. Kebijakan ini ditentang oleh China yang menginginkan memecahkan masalah lewat jalur bilateral. China bahkan menegaskan akan menolak apapun hasil keputusan pengadilan internasional. (SindoNews)